
Desa Bodeh, yang terletak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikenal sebagai wilayah agraris dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari bertani, khususnya tanaman padi. Di tengah semangat petani yang tak pernah surut, mereka kini menghadapi tantangan baru: menjaga keberhasilan persemaian bibit dengan metode semai kering yang semakin banyak diterapkan karena efisiensi air dan kemudahan dalam pengelolaan. Namun, metode ini menuntut ketepatan dan konsistensi dalam penyiraman. Sistem penyiraman otomatis berbasis listrik yang selama ini digunakan oleh Kelompok Tani Ponco Tani kerap terganggu akibat pemadaman listrik. Kondisi ini tidak hanya menghambat proses persemaian, tetapi juga membebani petani dengan biaya operasional yang terus berjalan.
Menjawab keresahan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi S1 Teknik Elektro, Telkom University Bersama dengan PUIPT Intelligent Sensing – IoT, Telkom University, hadir dengan solusi inovatif dan berkelanjutan. Mereka merancang dan menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis tenaga surya untuk membantu proses semai kering di Desa Bodeh. Bekerja sama dengan Kelompok Ponco Tani, sistem ini dirancang untuk menyiram lahan secara otomatis setiap dua jam, memastikan kebutuhan air bibit padi tetap terpenuhi. Ditenagai oleh panel surya, sistem tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik dari PLN. Dengan demikian, proses persemaian tidak lagi terganggu dan produktivitas petani pun terjaga.
Selain instalasi alat, tim Abdimas juga menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan mengenai teknologi panel surya serta cara perawatannya. Respon dari petani sangat positif. Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh 11 anggota Kelompok Tani Ponco Tani, sebanyak 97,3% menyatakan telah memahami dengan baik informasi mengenai penggunaan dan pemeliharaan panel surya sebagai sumber energi alternatif yang mandiri dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26–27 Juni 2025 dan menjadi titik awal transformasi teknologi di sektor pertanian Desa Bodeh. Kini, para petani tak lagi bergantung pada pasokan listrik konvensional. Cahaya matahari yang sebelumnya hanya menjadi penanda siang hari, kini menjadi sumber energi yang menyemai harapan baru—menuju pertanian yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.